AC menyala, kipas berputar, tapi ruangan tetap gerah. Sebelum menyimpulkan freon habis, kenali dulu penyebab paling umumnya, karena isi freon bukan selalu jawabannya.

1. Filter dan evaporator kotor

Penyebab nomor satu. Debu menghambat aliran udara sehingga dingin tidak menyebar. Solusi: cuci filter sendiri, dan jadwalkan cuci AC menyeluruh.

2. Freon berkurang karena bocor

Freon tidak habis karena dipakai, ia berkurang karena bocor. Teknisi yang benar akan mencari titik bocornya dulu, bukan hanya mengisi ulang.

3. PK tidak sesuai luas ruangan

AC 0.5 PK di ruangan 4x5 meter akan selalu kalah melawan panas. Hitung kebutuhan BTU: luas ruangan (m2) dikali 500. Ruangan 20 m2 butuh sekitar 10.000 BTU, artinya AC 1 PK lebih.

4. Kapasitor lemah

Kalau unit outdoor tidak berputar atau sering mati sendiri, kapasitor sering jadi tersangka. Penggantiannya cepat dan relatif murah.

5. Kondensor outdoor kotor atau tertutup

Unit outdoor butuh membuang panas. Pastikan tidak tertutup barang, tidak terkena matahari langsung terus menerus, dan sirip siripnya bersih.

6. Remote atau mode salah

Terdengar sepele, tapi sering terjadi: mode berubah ke fan atau dry. Pastikan mode cool, suhu 24 derajat atau lebih rendah, dan kecepatan kipas tidak minimum.

7. Kompresor mulai lemah

Pada unit tua, kompresor yang lemah membuat dingin tidak maksimal walau semua lainnya normal. Teknisi Sejukin akan mengukur arus dan tekanannya, lalu memberi rekomendasi jujur: masih layak diperbaiki atau lebih ekonomis diganti.